Senyummu kepada Saudaramu adalah Shodaqoh

Berusahalah agar selalu tersenyum, dan berusahalah agar saudaramupun ikut tersenyum dan berbinar

Pengalaman ialah guru terbaik dalam kehidupan

Belajar, belajar, belajar dan teruslah belajar...

Berilmu dulu, kemudian Berbicara

Dan Sampaikanlah meski hanya Satu Ayat.

All Starts Are Difficult

But Let us go to begin

Hindarilah amal yang tak bermanfaat

Ucapanmu, kepribadianmu

Tampilkan postingan dengan label Puisi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Puisi. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 01 November 2014

Cincin untuk jari jiwaku


Adakalanya senyum terhampar di wajahmu
Biarlah hati yang menilainya
Kiranya kan ku bayar senyummu
Jika telah tampak waktunya
Akan ku jadikan cincin untuk jari jiwaku.
Diorama, 
atau apapun yang engkau suka sebut, bagiku ialah tali yang seperti urat yang menyokong perlenturan ‘sendi’. Perlukah ku sebut sendi jiwa ?
Dalam kegamblangan hati,
Kita Ingin menjadi sepasang derap langkah yang terus beriringan,
Menapaki alur jalan padang gersang,
Atau menjejaki luas kebun anggur
Nan wangi pada setiap kali hembusan.
Dan dalam keharibaanNya,

Senin, 29 September 2014

KAWAN, INI ALBUM KITA







Kawan, kau tahu ?
Saat bersama, saat kau nyanyikan lagu kita,
Saat kita bersalaman layaknya saudara kandung,
Saat kita saling lempar kembali tatapan lugu sewaktu kita bocah,

Saat hangat persaudaraan kembali tampak dalam beberapa cangkir kopi yang kita teguk bergantiaan,
Saat kita bertanyajawab akan hal-hal yang mengakibatkan kita tertawa lepas,
Itu dalah ‘Album’ yang tersimpan dalam rak jiwa sanubari yang tak mungkin lekang oleh sesuatu apapun.

Tapi kini kau tampak dewasa. Sudah tak bisa lama jika bersama.
Mungkin karena pijakan kita yang sedikit berbeda.
Dulu aku mengira, kita adalah beberapa ulat dalam satu kepompong yang akan menggeliat bersama dengan wujud indah, lalu terbang beriringan. Menempuh batas waktu, batas cakrawala. Dan kembali keperaduan saat umur kita senja.
Tapi sudah sepatutnya,

Kita harus mengeram dalam kepompong masing-masing, dan berlomba. Siapa yang akan lebih awal menggeliat.

Aku yakin itu kau kawan.